Posts tagged hari-hariku

Perjalanan Panjang

Posting kali ini bukan hal-hal yang puitis, hanya apa yang akhirnya gue pelajari dari sebuah perjalanan menuju kantor di pagi hari…

Setiap pagi, gue menghabiskan sekitar 60 - 90 menit di jalan, nyetir sendiri, ditemani suara radio yang gue setel sangat kencang. Bukan waktu yang sebentar memang… dan gue benci menyetir! Jujur! Dan gue bukan pengemudi yang baik… (tanyakan pada Lady Red yang sudah entah berapa kali gue hantamkan ke benda-benda sekitar… owh, dia perlu face lift saat ini) Mungkin menyetir sendiri masih jauh lebih baik, sebelum satu setengah tahun yang lalu, gue ngeteng, naik berbagai kendaraan umum, dan makan waktu jauuuuh lebih lama lagi. Bisa hampir 3 jam cuma untuk ke kantor.

Owh, ya… perjalanan gue sekarang Kelapa Gading - Blok M, Utara - Selatan. Sebelumnya, kantor gue di Kelapa Gading, rumah gue di Kemanggisan… sebelumnya lagi kantor gue di Kemang. Entah kenapa, sadar dan tidak, gue memutuskan untuk pergi ke kantor yang jauh dari rumah. Dan pada akhirnya gue menikmati itu… Terasa sangat menyebalkan waktu gue sempet nganggur, cuma freelance, banyak kerja di rumah. Gue kangen bangun pagi dan nyetir, kena macet (dilema benci tapi rindu…), marah marah, lampu merah, pengamen, semuanya!

Akhirnya, nyetir pagi jadi tempat gue berpikir. Semua yang gue lihat di jalan, semua yang gue denger dari lagu dan radio, semua yang tiba-tiba melintas di kepala gue. Karena itu satu waktu di mana gue ternyata sendirian (dan tidak secara bersamaan), dalam ruang milik gue sendiri. Banyak hal-hal yang akhirnya gue tulis di blog ini pun mulai terlintas waktu gue nyetir pagi. Gue bahagia harus nyetir pagi, meskipun bengini keadaan jalan yang gue hadapi setiap pagi…

macet di manamana

macet di manamana

Lingkaran merah kecil (exit door) itu pintu keluar gue… dan gue harus antri hampir setengah jam setiap kali cuma untuk keluar. Tapi kalau mengintip ke spion, masih banyak juga yang harus antri pelan-pelan di belakang gue. Sesama pengemudi di pagi hari. Gue cukup beruntung, sedikit lebih dekat ke pintu keluar…

Nah, boneka kambing (?) putih kecil itu teman setia gue. Kalau bosan, posisinya gue ganti. Kalau iseng, dia gue ambil dan sentil-sentil. Kadang-kadang dia tengkurap, telentang, nungging… kali ini lagi belajar split sambil cium lutut. Hebat! Gue aja ga pernah berhasil cium lutut…

Menyenangkan… Gue jadi punya cerita setiap pagi. Cerita bahagia, atau buruk (apalagi kalau gue habis menabrakkan Lady Red), tapi itu membuat pagi gue lebih bermakna. Ada perjuangan untuk ke kantor. Ada sebuah perjalanan menembus pagi. Ada sebuah masa untuk berpikir. Banyak ide-ide bermunculan.

Ada yang punya cerita serupa?

No comment »