sakit

batuk, serak, kering

pilek, mamped, meler

pening

pusing

budeg

dan sakit hati…

perfect!

No comment »

finally a short hair

after more than 8 years, having almost the same looking long hair…

kinda bored

kinda tired

and my hair started falling more and more

finally, on the second day of my 24th year

made the decision to cut it down!

this is how my hair turns out to be this morning (after a long 30 min of styling it up with a curling iron)

i look younger, don't i? yeah, i do!
i look younger, don

 and now… the best part of having short hair is…

showing off my sexy back!
showing off my sexy back!

 i can, now… show off my back, using one of those ’sundal bolong’ shirts of mine…

love it, love it!

Comments (10) »

just sayin’ happy birthday to myself

No comment »

Perjalanan Panjang

Posting kali ini bukan hal-hal yang puitis, hanya apa yang akhirnya gue pelajari dari sebuah perjalanan menuju kantor di pagi hari…

Setiap pagi, gue menghabiskan sekitar 60 - 90 menit di jalan, nyetir sendiri, ditemani suara radio yang gue setel sangat kencang. Bukan waktu yang sebentar memang… dan gue benci menyetir! Jujur! Dan gue bukan pengemudi yang baik… (tanyakan pada Lady Red yang sudah entah berapa kali gue hantamkan ke benda-benda sekitar… owh, dia perlu face lift saat ini) Mungkin menyetir sendiri masih jauh lebih baik, sebelum satu setengah tahun yang lalu, gue ngeteng, naik berbagai kendaraan umum, dan makan waktu jauuuuh lebih lama lagi. Bisa hampir 3 jam cuma untuk ke kantor.

Owh, ya… perjalanan gue sekarang Kelapa Gading - Blok M, Utara - Selatan. Sebelumnya, kantor gue di Kelapa Gading, rumah gue di Kemanggisan… sebelumnya lagi kantor gue di Kemang. Entah kenapa, sadar dan tidak, gue memutuskan untuk pergi ke kantor yang jauh dari rumah. Dan pada akhirnya gue menikmati itu… Terasa sangat menyebalkan waktu gue sempet nganggur, cuma freelance, banyak kerja di rumah. Gue kangen bangun pagi dan nyetir, kena macet (dilema benci tapi rindu…), marah marah, lampu merah, pengamen, semuanya!

Akhirnya, nyetir pagi jadi tempat gue berpikir. Semua yang gue lihat di jalan, semua yang gue denger dari lagu dan radio, semua yang tiba-tiba melintas di kepala gue. Karena itu satu waktu di mana gue ternyata sendirian (dan tidak secara bersamaan), dalam ruang milik gue sendiri. Banyak hal-hal yang akhirnya gue tulis di blog ini pun mulai terlintas waktu gue nyetir pagi. Gue bahagia harus nyetir pagi, meskipun bengini keadaan jalan yang gue hadapi setiap pagi…

macet di manamana

macet di manamana

Lingkaran merah kecil (exit door) itu pintu keluar gue… dan gue harus antri hampir setengah jam setiap kali cuma untuk keluar. Tapi kalau mengintip ke spion, masih banyak juga yang harus antri pelan-pelan di belakang gue. Sesama pengemudi di pagi hari. Gue cukup beruntung, sedikit lebih dekat ke pintu keluar…

Nah, boneka kambing (?) putih kecil itu teman setia gue. Kalau bosan, posisinya gue ganti. Kalau iseng, dia gue ambil dan sentil-sentil. Kadang-kadang dia tengkurap, telentang, nungging… kali ini lagi belajar split sambil cium lutut. Hebat! Gue aja ga pernah berhasil cium lutut…

Menyenangkan… Gue jadi punya cerita setiap pagi. Cerita bahagia, atau buruk (apalagi kalau gue habis menabrakkan Lady Red), tapi itu membuat pagi gue lebih bermakna. Ada perjuangan untuk ke kantor. Ada sebuah perjalanan menembus pagi. Ada sebuah masa untuk berpikir. Banyak ide-ide bermunculan.

Ada yang punya cerita serupa?

No comment »

oh so broken

I wanna be free, wanna fly high, wanna soar like a bird

I wanna be brave, wanna defy the wind, wanna hover like a bird

I wanna be bold, wanna sing loud, wanna chirp like a bird

I’m trying to fly, with my oh-so-broken-wings…

No comment »

Marriage, Marry… or Not ?

Posting kali ini mungkin akan terasa acak, tak punya arah, hanya dorongan untuk berbagi dan dorongan dari Indree untuk terus eksis di dunia tulis menulis (thanks, Ndree!), jadi maaf… agak panjang

Marriage - Pernikahan

Mungkin kata Pernikahan adalah satu kata yang sering terdengar bagi perempuan seusia gue (baca: mendekati atau di atas seperempat abad)…

Kapan nikah ? Kapan nikah ? Kapan nikah ? Kapan nikah ? Kapan nikah ? Kapan nikah ?

Seram mungkin, tapi secara tak sadar, gue mulai berharap, berangan-angan tentang pernikahan itu sendiri, pernikahan gue, seperti apakah rupanya nanti–rasanya nanti… Entah terdorong euforia yang melanda kantor akibat persiapan pernikahan Irene, atau memang sudah saatnya berpikir akan komitmen, well atau setidaknya berangan-angan indah akan live hapily ever after ala dongeng.

Sudah terbayang rupa undangan yang akan gue buat, gue rancang, desain, mungkin sebagian dikerjakan sendiri… Dibungkus tekstil dengan pattern cantik, tentu saja pattern buatan gue sendiri! (sedang tergila-gila tekstil, berencana untuk mengambil kuliah lagi jurusan desain tekstil) Di beri kancing cantik, berisi tulisan-tulisan indah dengan kertas fancy yang berukuran tak sama, masing-masing dengan ilustrasi buatan gue… hmmmm… Cantik! Rencananya, akan gue sablon sendiri semua tekstil itu… Masih rencana (doakan saja gue masih akan sesemangat ini bila saatnya tiba) semoga terwujud. Dan akan gue buat prosa, puisi, bait, sajak atau apapun yang indah, romantis dan jujur tentang pernikahan dan kebahagiaan (mungkin cinta). Bagikan secara langsung, serahkan dengan tangan ke mereka yang gue undang dan harapkan kehadirannya…

Well, sekali lagi ini hanya rencana, kemungkinan, harapan dan angan… Jadi bagi siapapun yang akan dan pernah membaca tulisan ini… ingatkan gue–kalau-kalau gue lupa akan impian yang pernah terlitas ini

Marry… or Not ? - Menikah atau Tidak ?

Masih sejalan dengan impian yang pelan-pelan menghampiri, tadi pagi gue mendengar bahasan tentang steriotipe (bener ga nih tulisannya?) perempuan berusia di atas 30 th yang tak menikah cenderung galak. Dan sebagian besar komentar yang masuk menyetujuinya.

Maka diundanglah seorang psikolog untuk berbagi pendapat profesional tentang pandangan umum tersebut. Kira-kira begini katanya:

Belum ada riset yang dilakukan untuk membuktikan apakah wanita (atau pria) yang belum menikah di atas usia 30 th cenderung lebih galak… Tapi kalau unhappy, sudah ada riset yang membuktikan. faktor ketak-bahagiaan (well, mungkin kurang bahagia dibandingkan mereka yang sudah menikah) antara lain perasaan sendiri dan tak adanya partner berbagi…

Menurut gue, kalau hanya partner berbagi dan sendiri… hal itu akan terbantahkan untuk perempuan yang berusia di atas 30 th tapi memiliki kekasih, hanya tidak (atau belum) menikah… Jadi perlukah sebuah pernikahan itu terjadi hanya atas dasar kebutuhan untuk tidak sendirian? Atau Tidak Menikah pun bisa menjadi jalan keluar yang tak membuat gue terjebak dalam rutinitas dan steriotipe lainnya akan perempuan yang sudah menikah?

Tapi kalau gue memutuskan Tidak Menikah… kemanakah akan gue letakkan impian akan rupa undangan yang sudah menggila di kepala gue ini? Atau ternyata demi terwujudnya desain cantik itu, gue akhirnya akan Menikah juga?

ps: btw, cek beberapa blog manis yang membuat gue tergila-gila tekstil… decor8, howaboutorange, designsponge, etsy

Comments (7) »

me, kinda tired of sharing living space with others

me, kinda tired of sharing living space with others
Living_space

the title and the image may not have any connection at all…
just wanna put something to this

lately the thought of having my own space, maybe an apartment, has bugging me even more. i want to have my extra space, where my privacy is number one. i want to not have to think if my action or my consciousness may have or may not have any effect to those around me. i want to have a place that is me. i want to have full control.

it doesn’t have to be huge, just enough, for me to move, to breath, to think, to dance, to laugh, to love, to be me…
it doesn’t have to be beautiful, just pretty, just nice, where i can decorate everything and be happy about it, where i can create a mess and be proud of it…

i’m in love with the idea of having my own ‘home’, creating my own nest, living in my own cocoon, building my own space…

i want to paint the wall white, blue, pink, turquois, orange, green…
i want to have a huge sofa with a pile of pillows
i want to have fresh flowers on my table
i want to print all my illustrations and hang them all the way
i want to hunt for antique drawers
i want to use mismatched chairs for dinning room
i want to make paper lanterns
i want to have huge mirror with damask frame

me, just want to have my own living space

Comments (3) »

should i stay or should i go?

seperti biasa, tiap pagi di hari kerja, g nyetir, nembus macet sambil denger radio Hardrock FM. Dan seperti biasanya juga, tiap rabu pagi ada acara tentang dua sisi permasalahan, flip flop namanya.

biasanya, g akan dengan manis mendengarkan sambil sebentar tertawa kecil atau meringis atau senyum mengejek… tapi cuma itu, segera setelah g turun dari mobil dan memulai hari, semuanya segera terlupakan. tapi tidak begitu pagi ini.

ceritanya tentang seorang cowo (disebut flip) yang pacaran sama cewe (sebut x aja…) yang ternyata statusnya istri orang.
shocking!

sampai merinding pas pertama dengernya… lucunya, flip ga pernah tahu status x, sampai suatu hari, mereka pulang jalan, sang suami (flop inisialnya…) menanti manis di rumah. ribut lah mereka…
well…
singkat cerita, flip mutusin buat selesai sama x. sayangnya… x masih terus berusaha buat jalan bareng dia. dengan janji, iming-iming, harapan atau apalah… x bilang dia akan segera cerai sama flop. kali ini, flip minta tolong, tanyain sama flop, apa benar mereka akan cerai (flop dan x)

rupanya x merasa jodohnya adalah flip
rupanya flip diam diam sayang banget juga sama x…
ternyata pula… x dan flop adalah hasil sebuah perjodohan dan perkawinan bisnis keluarga
faktanya mereka sudah pisah rumah, tapi flop tetap ga mau cerai dengan alasan terlalu banyak resiko akibat perceraian itu nantinya

nah…
menurut lu?
apa harus flip tetap mempertahankan hubungannya sama x?
apa flop harus merelakan saja perkawinanya? atau tetap bertahan demi alasan bisnis keluarga itu?

mungkin kasus ini terdengar sangat aneh, sayangnya banyak yang terjebak di situasi ini… padahal kita (orang orang dewasa ini…) diharapkan mampu berpikir jernih, obyektif dan rasional… tapi sepertinya, kita terlalu sering kalah dengan perasaan, tenggelam dalam harapan

toh buktinya, flip masih berharap akan x… padahal kalau ditanyakan pada semua orang, mereka akan bilang NO!
toh buktinya, flop bertahan ga mau cerai… padahal kalau ditanyakan pada semua orang, mereka akan bilang LET HER GO…

mungkin juga kasus ini jelas sekali ujungnya, masalahnya… tapi ada banyak sekali bentuk kasus serupa yang lebih rumit dan lebih melibatkan perasaan… pertanyaan g… seandainya lu ada di situasi ini…

should u stay or should u go?

No comment »

curhat akan bahagia

seorang teman sedang dalam bahagia…
akhirnya ia menemukan pasangan setelah lelah mencoba dan gagal

seorang teman sedang dalam bahagia…
kini ia sibuk merancang rupa undangan pernikahannya yang tinggal menghitung hari

seorang teman sedang dalam bahagia…
telah tiba saatnya pujaannya membalas rasa hatinya dengan manis

seketika itu aku terhanyut dalam bahagia mereka
seketika itu juga rasa sakit datang melanda
entah iri, entah cemburu
aku tak mampu benar-benar tulus mengucapkan selamat
terusik egois dalam hati
Mengapa bahagia itu bukan milikku?

mungkin sudah saatnya
dalam hati kecil aku menanti seseorang yang tepat
seseorang yang benar…
bukan yang berbohong
bukan yang mendua
untuk memulai dengan benar pula…
bukan dengan dusta
bukan dengan palsu
Kapan tiba waktunya untukku?

ps: teruntuk Dian, Irene dan Tirta, sungguh-sungguh selamat (mungkin tak sepenuhnya tulus…) dan seandainya boleh kali ini giliranku untuk minta doanya, temukan aku dengan seseorang seperti kalian sudah dipertemukan…

ditulis dalam kesendirian, lelah akan kesendirian, iri hati akan bahagia kalian dan rasa ngantuk yang mendera sore ini…

Comments (2) »

terluka

terluka, sungguh terluka
seandainya kau peduli…

adakah apa yang kurasa berarti bagimu?
adakah pikirku bermakna bagimu?

mengapa melukaiku?
sudah kau dapat apa maumu
bahkan lebih
sudah kuberi apa pintamu
bahkan lebih

mengapa melukaiku?
aku terluka…

No comment »