Archive for June, 2006

My Alter Ego

Katakan aku nista, karena aku pun menginginkan pemuasan diantara kedua pahaku, darimu, atau dari yang lain. Yang dengan harga diri tinggi telah kusangkal dan kuhinakan sendiri. Agar dengan bangga bisa kukatakan aku berbeda denganmu, makhluk rendah! Aku tak perlu segala pemujaan birahi yang kau agung-agungkan. Aku memiliki apa yang kusebut malu dan kesetiaan, yang kujadikan jubah megah atas apa yang ku sebut cinta pula.
Hahahahaha dan aku tertawa. Padahal bibirku telah menganga, lapar dan haus, pada birahi yang kau puja dan kau tawarkan berkali-kali. Dan kakiku meregang, dan pikiranku berteriak, Ayo puaskan Aku!!! Dan tiap sel tubuhku merintih, dan otakku terus bermimpi, kepuasan itu datang berkali-kali, hingga aku luruh dan menyatu dengan lumpur merah atas nama cinta. Hahahahaha dan aku tertawa lagi. Padahal aku penuh rakus dan tamak. Pada semua yang pernah kau bawa kehadapanku. Dalam bayangku, aku telah menikmatinya hingga usang - satu per satu.
Tapi tentu kau takkan pernah tahu, karena aku berlapis topeng angkuh dan suci. Atau polos dan bodoh. Mungkin kalau kau mau bersabar sedikit, atau berusaha lebih keras lagi, akan kulepas topeng ini, dan aku dan kau bisa saling berbagi birahi. Sungguh!

No comment »

pinjami aku milikmu

Aku suka saat Kau memperhatikanku, karena saat itu pula Aku dengan leluasa meminjammu untuk kepuasan nista batinku. Dan segala kehinaan yang melayang liar dikepalaku lalu menjelma menjadi tubuh nyata. Senyata segala darah, keringat dan lendir yang mengalir dari balik tiap pori kulitku.
Biar Aku meminjam matamu untuk tak henti memandangku. Seolah Aku adalah indah, dan Kau takkan pernah puas menjelajah tiap lekuknya. Dan Kau melahap rakus tiap jengkal nya, lagi dan lagi, tapi dahagamu takkan pernah surut. Karena begitulah seharusnya Kau terpikat padaku. Seperti candu dan racun dalam darahmu.
Lalu Aku meninjam tanganmu untuk terus menyentuhku. Kasar atau lembut, Kau yang putuskan. Aku sudah terlalu tenggelam dalam nikmat tarian jari jemarimu. Seolah Aku adalah milikmu, seutuhnya - hanya Kamu, dan Kau berharap bahwa masa ini akan bertahan selamanya. Begitu pula Aku. Maka seperti itu pula lah Kau tergantung padaku, seperti Aku membutuhkan belaianmu, dan Kau pun butuh membelaiku.
Dan Aku pun meninjam bibirmu untuk memuntahkan puja dan rayu padaku. Atau hanya sekedar meniupkan nafas penuh nafsu dalam dadaku, yang telah sesak dengan aroma birahiku sendiri. Maka Aku akan hidup dalam kubang kepuasan yang kubangun atasmu. Biar tiap desahnya menuntut balasan dariku, dan Aku akan dengan sukarela menyerahkan sisa-sisa tubuh ini padamu. Dan seperti itu lah Aku dan Kau saling menikmati, tak terpuaskan.
Dan sesaat Aku menengang, mengeluarkan dengan cepat tumpukkan nafsu dan birahi yang selama ini tertimbun dibalik pahaku. Aku Puas…
Oh astaga… Lain kali pinjami Aku lagi milikmu, agar bisa kupakai demi setumpuk lainnya nafsu dan birahi yang menuntut dikeluarkan. Atau pinjami Aku dirimu yang utuh, biar Aku tak lelah melakukan semuanya seorang diri.

Ini salah satu tulisan (kalau bisa disebut begitu…) g yang pastinya akan kena sensor habis habisan… Maaf…

Comments (2) »